Resensi
Film The Joneses
12 September 2013 | VIQIH FARDANI HERMAWAN
Nama :
Viqih Fardani Hermawan
NIM :
125020200111044
Dosen : Bpk.Yusuf Risanto
perihal : Resensi
Film The Joneses
Pada kesempatan kali ini, saya akan meresensi
sebuah film yang berjudul “The Joneses” dan tentunya saya juga akan melihat
dari sisi lain saya sebagai seorang mahasiswa, yaitu menilai poin poin dalam film ini
dari segi perspektif manajemen pemasaran.
Film : The Joneses (2010)
Directed by : Derrick Borte
Produced by : Derrick Borte, Doug Mankoff, Andrew
Spaulding, Kristi Zea
Written by : Derrick Borte
Starring : Demi Moore, David Duchovny,
Amber Heard, Ben Hollingsworth, Gary Cole,Glenne Headly, Lauren Hutton,
Christine Evangelista
Music by : Nick Urata
Cinematography : Yaron Orbach
Editing by : Janice Hampton
Studio : Premiere Picture/Echo
Lake Productions
Distributed by : Roadside Attractions
Running time : 96 minutes
Language : English
Resensi:
Film ini bergenre
drama, yang di perankan oleh David Duchovny (a.k.a Steve Jones) sebagai suami
dari Demi Moore (a.k.a Kate Jones), mereka baru saja pindah rumah ke sebuah
wilayah elite dengan masyarakatnya yang berpenghasilan rata-rata di atas
$100,000.00. mereka mempunyai dua anak bernama Jenn Jones (Amber Heard) dan
Mick Jones (Ben Hollingsworth)
The Joneses
merupakan sebuah keluarga yang bisa di katakan tidak normal, karena di setiap
anggota keluarganya merupakan agen rahasia dari suatu perusahaan yang bertujuan
untuk promosi secara diam diam di tengah masyarakat yang terkenal dengan kehidupannya yang serba
konsumtif dan hedonisme.
Mereka memasang misi untuk berakting menjadi
keluarga yanag harmonis, berusaha menjadikan “keluarga palsu” mereka menjadi
trendsetter di dalam masyarakatnya,
sehingga di jadikan panutan oleh masyarakat sekitar untuk urusan konsumsi produk dan dalam hal membeli produk.
Di film
tersebut, keluarga Jones ini bisa di katakan sukses besar dalam mempersuasif, membujuk dan
mengajak tetangga dan teman di wilahnya itu untuk membeli produk yang mereka
gunakan, penjualan mereka meningkat hingga beberapa puluh persen, mulai dari
produk pakaian, kecantikan, game, hingga
peralatan olahraga yang semuanya merupakan barang berbranded.
Tetapi timbul kekacauan ketika kekompakan
mereka terganggu masalah pribadi masing masing. Steve Jones jatuh cinta
sungguhan kepada Kate Jones, Jenn Jones yang menyukai pria beristri, dan Mick
Jones yang merupakan homoseksual, yang sangat memprihatinkan adalah ketika ada
tetangga mereka yang termakan bujuk rayu keluarga Jones, mereka sampai rela
menghabiskan seluruh uang mereka untuk membeli produk produk seperti yang di
promokan Jones, mereka sampai terlilit hutang dan tidak bisa melunasinya,
akhirnya sampai bunuh diri.
Dari kejadian itu si
Jones sadar, dan mengnginginkan kehidupan yang nyata dan keluarga nyata, bukan sekedar
kepurapuraan maupun akting. Dan akhirnya si Jones mengundurkan diri dari
perusahaan itu dan anggota lainnya.
Poin poin penting yang
saya dapat jika dilihat dari sisi Manajemen Pemasaran :
- Promosi, di film ini menunjukkan bahwa peran promosi dan komunikasi yang baik dalam menjual produk pada pelanggan dengan cara mempengaruhi sangat efektif terhadap para pelanggan, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi perilaku mereka dan kita sebagai produsen juga mempersuasif kepada pelanggan bahwa barang yang mereka miliki merupakan barang atau jasa yang terbaik diantara saingannya yang lain.
- Lokasi, dalam film ini keluarga jones memilih setting yang berada di tengah-tengah kalangan masyarakat kelas atas, ini menunjukkan bahwa pemilihan lokasi yang tepat sesuai dengan pangsa pasar mereka untuk kalangan atas, dan lokasi strategis akan membantu peningkatan penjualan. Tidak hanya di kalangan kelas atas saja, jika perusahaan ingin berorientasi pada pangsa pasar menengah kebawah, mereka juga akan memilih lokasi yang cocok dan strategis untuk pasar tersebut. Lokasi adalah salah satu faktor penting kesuksesan seseorang.
- Pengklasifikasian Produk, keluarga jones membagi pemasarannya menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah dalam hal pemasaran barang untuk pria dewasa dipasarkan oleh jones, untuk barang-barang wanita oleh kate, untuk remaja laki-laki diperankan oleh mick, dan juga untuk remaja perempuan diperankan oleh jean. Jadi menurut saya, perusahaan harus bisa memfokuskan diri dalam bidang apa saja mereka menargetkan suatu produk.
- Leader, saya bisa melihat dalam film ini bahwa peran Kate Jones sebagai leader sangat bagus dan tegas, jika ada anggotanya yang kurang fokus. Dia juga memotivasi anggotanya untuk bekerja lebih bagus.
- Fokus, hal penting lainnya yang tersiratkan dari film ini, ketika awal aksi dari Jones dia kurang focus dalam pekerjaannya, sehingga penjualan hanya meningkat beberapa persen saja, tapi ketika si Jones mulai focus pada kerja dan tugasnya, maka penjualannya meningkat secara drastic.
- Kerjasama, semuanya berjalan lancar ketika kerjasamanya baik, antara stakeholder satu dengan yang lain. Begitu juga yang di contohkan oleh Jones, Kate, Jenn dan Mick.
Sekian resensi Film
The Joneses dari saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar